Cara Pemesanan

Perhitungan Pengiriman dan Distribusi Batu Alam

Contoh :

Batu alam dengan tebal standar 1,4 cm

Ukuran 30 x 30 x 1,4 cm

30 cm = 0,3 m

0,3×0,3 = 0,09 m2

1 m2 : 0,09 m= 11,11 pcs

Jadi 1000 mukuran 30 x 30 cm

= 1000 × 11,11

= 11.110 pcs jumlah batu

Jumlah Muatan

Batu alam dengan tebal standar 1.4 cm

Rata Mesin (RTM) berat per m2 = 30kg

Kapasitas Mobil Full Rata Mesin

*Pick Up 1.5 Ton = 50 m2 s/d 65 m2

*Colt Diesel = 250 m2

*Fuso = 450 m2

*Container 20 Feet (FT) = 700 m2

*Tronton 21 Ton = 700 m2

Ongkos Kirim Batu Alam dari Cirebon Ke Medan

*Container 20 Feet = Rp 13.000.000 (biaya ekspedisi)

Contoh :

Membeli Batu Alam ukuran 30 x 30 cm dengan tebal standard 1.4 cm sebanyak 700 m2

Jadi ongkos ekspedisinya Rp 13.000.000 : 700 = Rp 18.570

Misal Harga Batu = Rp 100.000/m2

Artinya Total Modal = Rp 100.000 + Rp 18.570 = Rp 118.570

Harga Jual Kembali —— Ikuti trend & mekanisme pasar akan jauh lebih mengutungkan jika dijual dengan sistem borongan sekaligus pemasangan

Catatan :

Ketebalan pesanan merupakan acuan untuk menentukan harga dan ongkos distribusi karena batu akan memakan berat tonase armada angkut, tapi tidak terlalu memakan ruang. Karenanya haruslah jeli memilih armada angkut yang sesuai dengan jumlah pesanan dan wilayah tujuan.

Misal pesanan 30 x 30 cm tebal 3 cm Full Rata Mesin

Itu artinya, distribusi per meter batu harus ditimbang ulang, kemudian disesuaikan dengan tonase maksimal armada transportasi.

Kapasitas angkut armada :

  • Pick Up = 1,5 ton
  • Engkel = 3 ton
  • Colt Diesel = 8 ton
  • Fuso = 15 ton
  • Kontainer / Tronton = 21 ton

Cara Memesan Batu Alam Terkait Jumlah dan Distribusinya

KHUSUS WILAYAH JAWA :

1. JABODETABEK

Pengiriman batu ke wilayah jabodetabek menggunakan truk asal Cirebon dan dilakukan secara teratur hampir setiap hari jadwal pengiriman. Karenanya khusus wilayah jabodetabek biasanya kami melayani order minimum 50 mdikenakan tambahan biaya Rp 10.000/m2. Untuk biaya pengiriman full satu Colt Diesel isi 250 makan dikenakan biaya Rp 1.850.000 sudah termasuk biaya kuli muat dan bongkar.

2. JAWA BARAT, JAWA TENGAH, JAWA TIMUR, dan BALI

engiriman batu alam ke wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali berbeda dengan wilayah jabodetabek, karena tidak ada rute rutin dalam pengiriman ini. Karenanya akan mengikuti standar kapasitas angkut di atas tadi yaitu :

Kapasitas Mobil Full Rata Mesin

*Pick Up 1.5 = 50 m2 s/d 65 m2

*Colt Diesel = 250 m2

*Fuso = 450 m2

Besarnya biaya akan disesuaikan dengan besaran ongkos kirim pada umumnya. Berikut daftar tarif cold diesel dari Cirebon dengan kapasitas 8 ton ke beberapa wilayah di Pulau Jawa :

  • Jawa Barat : Bandung, Tasikmalaya, Garut, Purwakarta, Subang, dll = Rp 1.200.000/colt diesel
  • Jawa Tengah : Yogyakarta, Semarang, Solo, Temanggung, dll = Rp 1.300.000/colt diesel 250 m2 (menggunakan truk balen/truk balikan)
  • Jawa Timur : Sidoarjo, Tulung Agung, Surabaya, dll = Rp 2.000.000/colt diesel 250 m2 (menggunakan truk balen/truk balikan)
  • Bali : Denpasar, Singaraja, Uluwatu, dll = Rp 3.500.000/colt diesel 250 m2(menggunakan truk balen/truk balikan)

Khusus Wilayah di Luar Jawa dan Bali

1.Indonesia Bagian Barat : Sumatera

Metode pengiriman yang digunakan hampir sama. Disesuaikan dengan jumlah pembelian batu alam. Pembelian full satu truk 250 ms/d 500 m2 bisa menggunakan jenis truk colt diesel balen/balikan yang selesai bongkar di Jakarta akan ditarik ke Cirebon untuk mengambil batu alam.

Biasanya wilayah yang bisa dijangkau oleh colt diesel mulai dari Lampung, Palembang, Bengkulu, dan Jambi. Untuk wilayah lain seperti Pekanbaru, Padang, Bukit Tinggi, dan Kepulauan Riau bisa menggunakan tronton balen kapasitas 21 ton/700 m2. Khusus untuk wilayah yang jauh dan dekat dengan pelabuhan seperti Medan dan Banda Aceh bisa menggunakan container 20 FT kapasitas 21 ton/700 m2.

Untuk pembelian di bawah 200 m2, pembeli harus memilih ekspedisi di Jakarta agar memudahkan kami untuk melakukan pengiriman hanya ke Jakarta sesuai dengan tarif yang sudah dijelaskan di atas, dengan syarat batu alam harus di peti kayu untuk menghindari kerusakan karena dua kali proses muat dan dua kali proses bongkar.

2.Indonesia Bagian Tengah dan Timur : Kalimantan, Sulawesi, NTT/NTB, Jayapura

Metode pengiriman yang digunakan hampir sama. Disesuaikan dengan jumlah pembelian batu alam. Pembelian full satu container 20 FT kapasitas 21 ton/700 m2bisa menggunakan container langsung muat di gudang kami, sehingga tidak perlu biaya tambahan untuk peti kayu. Untuk container, biasa dari ekspedisi Surabaya, Jakarta, atau Semarang disesuaikan dengan efisiensi tarif dan waktu.

Khusus pembelian di bawah 700 m2, pembeli harus memilih ekspedisi di Jakarta, Surabaya, atau Semarang agar memudahkan kami melakukan pengiriman hanya ke wilayah tersebut menggunakan colt diesel sesuai dengan tarif yang sudah dijelaskan di atas, dengan syarat batu alam harus di peti kayu untuk menghindari kerusakan karena dua kali proses muat dan dua kali proses bongkar.

Catatan Penting :

Pabrik batu alam kami sebenarnya hanya menjual batu alam di gudang atau pabrik. Adapun untuk resiko selama pengiriman dan tambahan biaya selama proses pengiriman menjadi tanggungjawab penuh pembeli. Kami hanya bisa merekomendasikan jasa pengiriman yang paling efektif dan efisien untuk membantu pelanggan kami mendapatkan produk batu alam yang kami jual.

Resiko kerusakan batu alam selama proses pengiriman dapat diminimalisir dengan teknik penyusunan batu di atas truk atau container. Kami telah melakukan banyak sekali pengiriman dengan resiko kerusakan di jalan kurang dari 1% dengan asumsi tidak terjadi kecelakaan.

Terkait dengan resiko kehilangan, kami akan mendokumentasikan susunan batu alam di akhir proses pengisian dengan foto. Pembeli wajib mencocokan susunan batu alam apakah berubah atau tidak sebelum barang dibongkar di tempat tujuan. Pembeli juga wajib langsung menghitung ulang batu alam saat dibongkar sebelum supir yang membawa barang tersebut pergi.

Jika tetap terjadi masalah yang tidak diinginkan, pembeli dan penjual harus berkomunikasi dengan sopan dan menggunakan asas praduga tak bersalah karena resiko kerusakan dalam perjalanan benar-benar diluar kendali penjual maupun pembeli.